by

BoBe dan sejuta cerita tentang senja

Sepenggalinfo.com – 2 tahun eksis memberikan berbagai informasi tentang provinsi Bengkulu tentu saja keberadaan Komunitas Blogger Bengkulu tidak bisa dipandang sebelah mata, meski belum begitu berumur namun kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas yang akrab disapa BoBe ini patut untuk diacungi jempol.

Saya masih ingat saat pertama kali mengenal nama Blogger Bengkulu ini beberapa tahun silam, saat itu saya masih menjadi mahasiswa di salah satu kampus swasta di Provinsi Bengkulu. Masih jelas terbayang seperti apa rasanya ngeblog sendirian tanpa tahu bahwa ternyata begitu banyak orang yang memiliki hobi yang sama seperti saya.

Malam datang menjemput sepi, semilir angin malam perlahan berhembus diselah-selah jendela yang sudah lapuk, sepasang mata mencoba untuk terpejam melewati dinginnya malam yang kelam ditengah hirup pikuk kehidupan kota.

“ Kok nggak bisa tidur ya,?” gumam saya dalam hati sambil membuka HP android selama ini saya pakai untuk menulis blog. Tanpa terasa waktu terus berjalan,denting jam dinding itu terasa semakin cepat berputar melewati batas pukul 12 malam.

“Kukuruyuuk,” suara ayam jantan itu tampak begitu bising membangunkan saya yang terpejam sambil memegang HP di tangan. “ Wah, sudah subuh nih, waktu begitu cepat berlalu” ucapku sambil bergegas bangun dari tempat tidur dan berniat untuk melaksanakan sholat subuh yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang beriman.

Hari demi hari berlalu, tak terasa sudah begitu banyak senja yang terlewati dalam minggu ini, tugas dari para dosenpun juga telah menumpuk diatas meja. “ Selesaikan aku, kerjakan aku,” teriak tumpukan kertas itu yang perlahan menyadarkan saya dari lamunan.

Tiba-tiba HP saya berdering, dan saya ambil untuk mencari tahu apa penyebab HP tersebut berbunyi, “Anda memiliki satu pemberitahuan baru” tulis notifikasi dari layar HP itu. Saya akhirnya membuka pemberitahuan tersebut dan ternyata itu berisi pesan tentang kegiatan Nangkrin Bareng Kompasiana Bengkulu.

“Mantap nih , sepertinya saya akan menemukan orang-orang yang memiliki hobi yang sama,” pikirku sambil membayangkan seperti apa kegiatan itu akan dilaksanakan.

Mbak, saya Piter Julius Vero, saya ingin ikutan kegiatan Nangkring ini, “ tulis saya pada pesan pada seorang wanita yang ternyata merupakan senior saya di Kampus. “Oke ter, mbak catat ya,kalau masih ada temanmu yang ingin ikutan silahkan diajak ya, “ Balasnya.

Hari yang ditunggu telah tiba, setelah awalnya sempat mencari tahu apa itu kegiatan nangkring kompasiana via Internet sebagai bahan referensi awal, bruuuummmm…saya memacu kuda besi menuju hotel Grage horison Bengkulu.

Pagi itu,matahari tampak bersinar dengan cerahnya, cahayanya seolah-olah tersenyum dibalik awan yang menghiasi langit.

Mas, lokasi kegiatan kompasiana di mana ya,” tanyaku pada petugas keamanan hotel. “ Disana mas, nanti lurus aja kemudian ada spanduk bertuliskan nangkring kompasiana, ruangannya disana,” jelasnya sambil menunjuk ke arah ruangan.

Dengan hati yang gembira, saya melangkahkan kaki menuju ruangan yang dimaksud, disana tidak ada seorangpun yang saya kenal. Wajah-wajah baru yang tersenyum ramah itu seakan begitu asing dalam bayang saya.

Setelah mengisi buku tamu dan biodata diri, saya diberikan sebuah kaos berwarna orange oleh panitia.

Bismillah, semoga saja kegiatannya meriah,” bisik hati kecil ini saat sampai dalam ruangan yang telah dipenuhi oleh wajah-wajah sumringah berbaju sama dengan yang saya dapatkan.

Allahu akbar, Allahu akbar,” suara adzan yang begitu merdu terdengar ditelinga setelah sempat berbincang dengan mereka yang duduk satu meja dengan saya. Saat itu sedang memasuki bulan ramadan dan kami berbuka puasa bersama dengan teman-teman baru yang ternyata memiliki passion yang sama dengan saya itu.

Buku antologi Blogger Bengkulu
Foto perdana saya dengan memegang spanduk komunitas Blogger Bengkulu

Singkat cerita, setelah begitu banyak rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh panitia, pada akhir acara kami juga “mencuri waktu dan kesempatan” untuk melaunching komunitas Blogger Bengkulu. Sebenarnya hal ini sudah lama kami bahas dalam group facebook, bahkan logo dan spanduk juga sudah dipersiapkan untuk kegiatan ini.

“ Malam ini juga akan diresmikan sebuah komunitas baru di Bengkulu yang bernama Komunitas Blogger Bengkulu , “ ucap salah seorang MC kegiatan dihadapan para peserta yang memenuhi ruangan.

Sorak sorai dan teriakan ditemani tepuk tangan bergemuruh dalam ruangan tersebut, saya juga berteriak dan tepuk tangan paling semangat seakan-akan ingin terjun bebas dari ketinggian dan bergelantungan diatas awan. Kurang lebih seperti itulah kebahagiaan yang saya rasakan saat menemukan keluarga baru disini.

Hari demi hari berlalu, minggu berganti bulan, dan senja tetap sama indahnya saat hari-hari yang panjang itu, bunga-bunga mulai bermekaran pada taman hati, dan isi group facebook BoBe sudah mulai ramai.
“Kita akan mengadakan Kopi Darat, teman-teman jangan lupa ikutan ya, “ bunyi postingan yang muncul di grup.

Sejarah blogger Bengkulu
Salah satu kegiatan kopi darat pada awal berdirinya blogger Bengkulu,saat itu yang hanya sekitar 6 orang

O iya, Kopi Darat ini merupakan cikal bakal kegiatan Kelas Blogger yang sebagai mana kita ketahui saat ini. Dahulunya saat mengadakan Kopi Darat setiap bulan yang datang hanya sekitar 5 orang saja, paling banyak datang sekitar 10-15 orang. Jelas Beda jika dibandingkan kegiatan – kegiatan BoBe saat ini yang terpaksa dijatahi untuk 25 orang saja saking antusiasnya orang untuk ikutan.

Ya, berawal kebersamaan dan iklim kekeluargaan yang terbentuk dalam 1 malam di Horison, kekompakan dan eksistensi Blogger Bengkulu untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan informasi yang positif tentang Provinsi yang juga dikenal sebagai Bumi Rafflesia ini terus berlangsung hingga saat ini.

Dalam 2 tahun keberadaanya, Kami telah bekerjasama dengan pihak pemerintah Bengkulu dan dinas-dinas terkait di Provinsi Bengkulu antara lain, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kominfo Provinsi Bengkulu, Dinas Perdagangan,dll. Tidak hanya itu beberapa UKM di Bengkulu juga antusias untuk menjalin kerjasama dengan BoBe.

Cerita tentang blogger bengkulu
Pengurus Blogger Bengkulu sedang berfoto bersama ibu Yuliswani selaku kepala dinas Koperasi dan UKM

Jika dulu saya merasa sendirian memiliki hobi ngeblog, ternyata itu juga dirasakan oleh teman-teman saya yang lain dan semenjak kehadiran Komunitas Blogger Bengkulu ini kami menemukan keluarga baru yang memiliki visi dan misi yang sama. Setiap hari group WhatsApp dan Facebook pasti ramai dengan postingan dari anggota dan admin BoBe.

Terima kasih atas kebahagiaan yang mungkin tak akan bisa terucap lewat kata, karena dari sini saya belajar banyak hal dan bisa kenal dengan orang yang memiliki begitu banyak latar belakang yang berbeda. Bagi saya BoBe adalah sebuah rumah yang nyaman, sebuah rumah yang mampu memberikan kehangatan dalam ikatan kekeluargaan yang terjalin semakin erat seiring berjalannya waktu.

BoBe merupakan sebuah kisah tiada batas sekaligus tempat terindah dimana saya bisa gokil dan seru. Dalam komunitas ini telah terukir banyak cerita indah,suatu cerita yang nanti akan saya ceritakan kepada orang disaat mereka bertanya apa itu arti suka duka.

BoBe dan Senja adalah 2 hal yang selalu menemani saya menghabiskan waktu untuk mengukir Sejuta cerita menjadi blogger di Kota Bengkulu , kota yang kecil dimana kedamaian dan ketentraman selalu teriring dalam do’a.

Semoga Allah selalu memberikan Hidayah-Nya agar kita tetap istiqomah menempuh jalan Dakwah Bil Media ini, teruslah lakukan kebaikan maka hal-hal yang baik akan menghampirimu nanti.

Ngeblog memang bisa menghasilkan uang, namun itu janganlah dijadikan prioritas utama, sebab uang yang kita dapat dari hasil ngeblog merupakan bonus dari Allah atas kebaikan-kebaikan yang dulu pernah kita tuliskan.

Teruslah menulis yang baik sampai tidak ada lagi hal yang tidak baik muncul di dunia maya.

 

Tulisan ini diikutsertakan pada audisi menulis buku yang diselenggarakan oleh Blogger Bengkulu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

Artikel lain