by

Gunung sayak, tradisi unik jelang lebaran

Sepenggalinfo.com – Lebaran merupakan suatu moment yang sangat berharga bagi umat muslim diseluruh dunia, terutama lebaran Idul Fitri.

Moment yang hanya terjadi satu kali dalam setahun ini mengandung begitu banyak makna didalamnya. Bukan hanya itu, hari lebaran Idul Fitri ini juga dianggap sebagai hari kemenangan umat muslim karena telah berhasil menjalani bulan suci Ramadhan selama satu bulan.

Banyak sekali tradisi-tradisi yang dilakukan masyarakat demi menyambut datangnya hari lebaran, tak terkecuali masyarakat-masyarakat di Kabupaten Seluma.

Masyarakat di Kabupaten seluma juga sangat antusias menyambut datangnya hari lebaran. Mereka menyambutnya dengan berbagai macam tradisi, salah satunya dengan membuat gunung api. Tradisi membuat gunung api dan menyalakannya di malam takbiran ini seperti sudah mendarah daging dikalangan masyarakat kabupaten Seluma.

Masyarakat terutama anak-anak sangat antusias membuat gunung api yang terbuat dari batok kelapa atau dalam bahasa Serawai disebut dengan sayak, maka dari itu juga sebagian masyarakat sering menyebutnya dengan gunung sayak.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat gunung api ini tidaklah sulit didapat yaitu, batok kelapa yang sudah di belah, kayu pancang dan palu.

Adapun cara membuatnya adalah dengan memberi lobang pada batok kelapa yang sudah di jemur lalu disusun secara bertingkat pada kayu pancang yang ditancapkan ketanah. Oh ya, untuk menghidupkan gunung api kamu harus memberi minyak tanah pada bagian paling atasnya agar bisa menyala dengan mudah.

Itulah salah satu tradisi di Kabupaten Seluma yang masih dilestarikan sampai sekarang. Jika kamu tertarik untuk melihat secara langsung tradisi ini, maka kamu hanya perlu datang disaat malam takbiran. Biasanya akan banyak sekali gunung api yang berjajar dengan indah disepanjangan jalan, mulai dari desa Babatan sampai ke Maras.

Kalau di daerah kamu tradisi ini apa namanya?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

Artikel lain