by

LSF Sosialisasikan Budaya Sensor Mandiri

Insya Allah 1 min read

Sepenggalinfo.com – Guna lindungi masyarakat dan anak-anak dari pengaruh negatif film dan iklan film, Lembaga Sensor Film (LSF) gandeng Komunitas Blogger Bengkulu untuk sosialisasikan budaya sensor mandiri.

Disampaikan Noor Saadah selaku anggota komisi II Lembaga Sensor Film Bidang Hukum dan Advokasi bahwa keluarga merupakan bagian penting dalam melakukan sensor mandiri.

“pada saat menonton televisi, hendaknya kita selalu mendampingi anak-anak dan bantu menjelaskan kepada mereka tentang tayangan yang sedang ditonton tersebut,” ucap Noor saat menyampaikan materi di Kona Kito, tapak Paderi , Rabu (26/9).

Ditambahkan Noor orang tua harus pandai dalam memilah dan memilih tontonan terutama saat menonton di bioskop.

“film yang tayang di bioskop itu ada batasan usia, apabila kita pergi ke bioskop dan membawa anak untuk nonton maka pastikan film yang kita pilih adalah film yang sesuai dengan batas usia anak kita,” lanjutnya.

Sebagai contoh, lanjut Noor, film untuk usia berapa, tentang apa, bagaimana gambar adegan dialog dan suara dalam film, kemudian apa hikmah yang dapat kita ambil dalam film tersebut haruslah kita jelaskan kepada anak-anak.

“tidak semua film itu cocok untuk semua umur, karena ada bayasan kategori klasifikasi usia yang telah ditetapkan oleh Lembaga Sensor Film maka dampingi anak saat menonton, ” tutupnya.

Sebagai informasi, ada empat kategori klasifikasi usia yang telah ditetapkan oleh lembaga sensor film yaitu Semua Umur (SU) penonton semua umur yaitu film dan iklan film dengan ini berisi judul tema gambar, adegan, suara, dan teks terjemahan yang tidak merugikan perkembangan kesehatan fisik dan jiwa anak, 13+ penonton Usia tiga belas tahun atau lebih, 17+ penonton usia 17 tahun atau lebih, dan 21+ yaitu penonton usia 21 tahun atau lebih.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel lain